Sejarah
komunikasi
Komunikasi atau communicaton
berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico,
communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make
to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan
antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu,
komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang
lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Manusia
berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman.
Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan,
dan penyiaran.Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi
transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak
bertujuan|tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Perkembangan
Sejarah Komunikasi
Saat awal terbentuknya bumi, saat manusia baru diciptakan, manusia belum
dapat berbicara dengan bahasa seperti sekarang dan belum mengenal tulisan
sehingga masa itu disebut ‘Masa Pra-Aksara’. Pada awal-awal masa pra-aksara ini
pun, manusia juga tidak hidup seperti manusia saat ini di desa-desa, mereka
lebih pada hidup di kelompok-kelompok kecil seperti di zaman Palaeolithikum dan
Mesolithikum. Mereka tinggal secara nomaden atau berpindah-pindah sehingga
untuk berkomunikasi dengan satu sama lain atau memberikan informasi, mereka
membuat suatu lukisan di dinding goa yang juga mereka gunakan untuk
menggambarkan pengalaman dan harapan penghuninya. Banyak juga yang berpendapat
bahwa mereka berkomunikasi dengan menggunakan sinyal asap atau drum, namun
karena itu dapat menarik perhatian predator, cara itu banyak dianggap tidak
cocok oleh banyak sejarawan. Beberapa lama setelah itu, di masa Neolithikum dan
Megalithikum, masyarakat umumnya sudah hidup dalam desa-desa kecil sehingga
mereka melakukan komunikasi satu sama lain lebih tinggi intensitasnya.
Butuh puluhan
ribuan tahun kemudian, manusia mulai menemukan cara baru untuk berkomunikasi,
yaitu dengan adanya petroglif, atau ukiran gambar di atas permukaan batu. Baru
setelah itu munculnya piktogram, yaitu suatu rangkaian motif yang memiliki arti
masing-masing motif yang juga diukir atau dilukis di atas permukaan batu, namun
berbeda dengan petroglif. Jika petroglif menunjukan tentang suatu kejadian,
hieroglif menceritakan kejadian tersebut. Sistem piktogram ini dulu diterapkan
oleh hampir seluruh budaya dan mulai digunakan sejak 9000 SM. Piktogram ini
merupakan basis dari hieroglif dan cuneiform. Dengan adanya piktogram,
berkembanglah ideogram, yaitu suatu simbol yang melambangkan suatu ide daripada
suatu arti(seperti bulat tidak hanya berarti matahari, dapat saja panas, dewa
matahari, dll).
Setelah adanya sistem
penulisan piktogram ini, Bangsa Fenesia menggunakan sistem alfabet yang tidak
lagi menggunakan prinsip piktogram. Walaupun tulisan Fenesia ini dianggap
sebagai alfabet pertama yang ada, masih banyak sejarawan yang mendebatkan fakta
ini. Siapun yang pertama kali menggunakan pena di atas papyrus, adanya
tulisan Fenesia ini tetaplah penting untuk perkembangan komunikasi di dunia.
Tulisan Fenesia ini menjadi salahsatu sistem penulisan yang paling banyak
digunakan, disebarkan oleh pedagang Fenesia di sekitar wilayah Mediterania
dimana ia diasimilasi oleh budaya lain dan berevolusi. Contohnya adalah alfabet
Aram yang nantinya menjadi bermodifikasi menjadi alfabet Arab dan Ibrani atau
juga Alfabet Yunani(dan secara tidak langsung turunannya seperti Latin, Krilik,
dan Koptik) yang merupakan kelanjutan alfabet Fenesia meskipun nilai huruf
tertentu diubah untuk mewakili huruf vokal. Karena penulisan alfabet ini
menggunakan semacam stylus, tulisan ini memiliki karakteristik lurus dan
bersudut, walaupun ada juga yang melengkung.
Pada tahun 1400 SM, ditemukan
tulisan tertua di dunia di permukaan tulang di Cina. Diikuti dengan
terbentuklah sistem jasa pos di peradaban ini juga pada kira-kira 500 tahun
setelahnya untuk pemerintah. Sistem jasa pos ini terbentuk saat Peradaban Cina
berada di bawa pemerintahan Dinasti Chou. Fakta bahwa sistem ini terkenal
dengan efisiensi didukung oleh pernyataan Confucius di akhir abad
ke-enam, yaitu“The influence of the
righteous travels faster than a royal edict by post-station service.” 776 SM merupakan tahun pertama kali tercatat penggunaan merpati sebagai
pengirim pesan. Dalam kepercayaan religious bangsa Yunani kuno, merpati
merupakan hewan sakral bagi dewa cinta atau dikenal juga sebagai Aphrodite.
Sistem pengirim pesan ini digunakan di Yunani setiap empat tahun sekali dalam
olimpiade untuk mengumumkan hasil olimpiade kepada rakyat di kota Athens.
Pada 530 SM,
bangsa Yunani membentuk perpustakaan pertama di sejarah dan merupakan
perpustakaan terbesar pada masa peradaban kuno yaitu Perpustakaan Alexandria
yang ada di Mesir.
Sekitar Abad
ke-2 SM, banyak yang mengirimkan pesan dengan mengirim utusan berkuda di Mesir
dan Cina dengan dibangunnya stasiun pengirim pesan, bahkan ada yang menggunakan
sinyal api untuk mengirimkan pesan ke stasiun tersebut. Pada tahun 14, Bangsa
Romawi mengembangkan jasa pos bernama Cursus Publicus yang
nantinya diwarisi oleh Kekaisaran Byzantine. Sistem ini diciptakan oleh Kaisar
Augustus untuk mengirimkan pesan, surat resmi, dan pajak dari satu wilayah ke
wilayah lainnya. Selain itu mereka juga tercatat sebagai pengguna pertama
Heliograf, yaitu penggunaan cermin untuk mengirimkan pesan, dari Kaisar Romawi
Tiberius. Heliograf sendiri merupakan telegraf nirkabel yang menggunakan tenaga
surya untuk memberi sinyal dengan kilatan sinar matahari yang dipantulkan
cermin.
Sistem komunikasi pun menjadi
semakin maju dengan terpublikasikan koran pertama di Eropa pada tahun 1450 yang
bersirkulasi di golongan pedagang Internasional. 5 tahun setelahnya, Johannes
Gutenberg merupakan pandai besi, pandai emas, penerbit, dan pencetak yang
mengenalkan sistem percetakan kepada Eropa. Penemuannya yang berjenis
mekanika movable memulai revolusi percetakan dan banyak dianggap sebagai
kejadian paling penting di masa modern. Dua abad kemudian barulah muncul koran
harian pertama di Leipzig dan satu abad setelah Obscura Camera(Pinhole)
ditemukan.
Seorang berbangsa Inggris,
yaitu Henry Mill, mendapatkan paten oleh mesin tik pada tahun 1714. Namun
seorang berbangsa Amerika barulah mengembangkan mesin tik yang sukses yaitu
Sholes pada tahun 1867. Joseph Henry menemukan telegraf listrik pertama pada
tahun 1831. Samuel Morse menemukan Kode Morse dan juga mengembangkan telegraf
jarak jauh pertama. Alex Bain mematenkan mesin fax pertama pada 1843 dan
Amerika Serikat membentuk Pony Express, jasa pengiriman pesan pada tahun 1861.
Thomas Edison mematenkan mimeograf di tahun yang sama dengan Alexander Graham
Bell menemukan telepon elektrik pertama.
Pada 1887 Emile Berliner
menemukan gramafon, yaitu sistem perekam suara yang dapat dimainkan
berulang-ulang. Guglieo Marconi mengirim sinyal radio dari Cornwall ke
Newfoundland yang merupakan pengiriman sinya radio pertama melewati Samudera
Atlantik pada 1902. Dengan ditemukannya semua alat itu, penemuan Lee Deforest
dapat dibilang penting karena ia menemukan tabung penguatan elektronik atau
triode yang memungkinkan seluruh sinyal elektronik diperkuat sehingga secara
tidak langsung meningkatkan kualitas seluruh alat komunikasi elektronik seperti
telepon dan radio.
Pada 1926, Warner Brothers
Studio menemukan cara untuk merekam suara secara terpisah dari film pada disk
besar dan dapat disinkronisasi suara dan gambarnya pada pemutaran ulang—sebuah
peningkatan dari konsep Thomas Edison.
Pada 1934, Joseph Begun
menemukan alat perekam pertama yang digunakan untuk penyiaran yang merupakan
perekam magnetik pertama dan empat tahun setelahnya televisi dapat
direkam dan diperbaiki sehingga sudah dapat mulai terjadwal acara televisinya.
Pada 1951, komputer mulai dijual secara komersial ke publik dan ARPANET
ditemukan pada tahun 1961.
Dengan adanya
penemuan-penemuan tersebut, manusia pun dapat berkembang dengan lebih cepat
daripada manusia purba dulukala. Kini, manusia dapat dengan lebih mudah
berkomunikasi dan berbagi informasi untuk menambah pengetahuan sehingga dengan
otomatis pengetahuan itu meningkan kemampuan manusia untuk menerapkan ilmu atau
informasi yang didapat menjadi suatu ide atau produk sehingga memudahkan
manusia untuk kembali menciptakan teknologi yang tidak kalah dengan sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar