PBK
Dalam Teknologi Pembelajaran
1. Pengertian Pembelajaran Berbantuan Komputer
Banyak pendapat yang ada mengenai
pengertian PBK. Hal ini juga disebabkan banyaknya istilah asing yang
menafsirkan diri sebagai PBK itu sendiri, antara lain Computer Assisted
Instruction (CAI), Computer Based Instruction (CBI), Computer
Assisted Learning (CAL), Computer Managed Instruction
(CMI), dan Computer Based Education (CBE) (Alessi, 1991).
Pembelajaran Berbantuan Komputer
adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem
pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar yang bertujuan membantu
siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah melalui
terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer
(baik lokal mau pun global) dan juga diperluas fungsinya melalui
interface (antar muka) multimedia (Emithu, 2010).
Istilah CAI umumnya menunjuk pada
semua software pendidikan yang diakses melalui komputer dimana siswa dapat
berinteraksi dengannya. Sistem komputer menyajikan serangkaian program
pengajaran kepada siswa baik berupa informasi maupun latihan dan soal-soal
untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu dan siswa melakukan aktivitas belajar
dengan cara berinteraksi dengan sistem komputer. Materi pelajaran dapat
disajikan program CAI melalui berbagai metode seperti: drill
and practice, tutorial, simulasi, games, problem-solving, dan lain sebagainya
(Heinich et al, 1993).
Kendati penggunaan komputer dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa, namun komputer tidak dapat mengganti peran
guru secara keseluruhan, karena peran guru tidak dapat digantikan oleh media
apapun termasuk komputer. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan
komputer dan guru lebih efektif daripada \pembelajaran dengan komputer saja atau
guru saja (Wihardjo, 2008).
2. Penggunaan Program Berbantuan
Komputer
Penggunaan Program Berbantuan Komputer
(PBK) Dalam Pembelajaran Matematika
Seiring dengan kemajuan media
komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual.
Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena
kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Di balik
kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang
sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis
bantuan komputer, yaitu:
·
Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman.
·
Teknologi yang cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli
saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman pembuatan program yang
rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan
penggunaannya.
Komputer sebagai sarana interaktif
merupakan salah satu bentuk pembelajaran terprogram (Programmed Instrduction),
yang dilandasi hukum akibat (Law of Effect). Dalam hukum akibat asumsi utama
yang diyakini ialah: tingkah laku yang diikuti dengan rasa senang besar
kemungkinannya untuk dilakukan atau diulang dibandingkan tingkah laku yang
tidak disenangi (harto Pramono, 1996). Berdasarkan Hukum Akibat ini muncullah
teori S-R (yang meliputi (Stimulus, Response dan Reinformance). Pembelajaran
ini dilakukan dengan cara siswa diberi pertanyaan sebagai stimulus, kemudian ia
memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya oleh komputer,
respons siswa ditanggapi dan jika jawabannya benar komputer memberikan
penguatan. Jika salah, komputer memberikan pertanyaan lain yang memuat dorongan
untuk memperbaiki jawaban siswa, hal ini sangat mungkin bisa dilakukan dengan
menggunakan komputer dalam hal ini komputer berfungsi sebagai tutor.
Sebagai
tutor, komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan
ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya sebagai
berikut:
·
Komputer menampilkan suatu informasi.
·
Siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan infromasi yang
diberikan.
·
Kemudian komputer mengevaluasi jawaban siswa.
· Akhirnya komputer menentukan apakah yang
harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban siswa
tersebut.
Balikan
yang berupa penguat merupakan salah satu bentuk motivasi bagi siswa. Motivasi
ini perlu sekali, tanpa balikan siswa tidak tahu kebenaran dari jawaban mereka,
tidak tahu seberapa jauh keberhasilan mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar